Barack Obama, Presiden Berdarah Afrika-Amerika Pertama

Presiden Berdarah Afrika-Amerika Pertama, Barack Obama

Barack Obama, Presiden Berdarah Afrika-Amerika Pertama

Tepat 13 tahun yang lantas Barack Obama tercatat sebagai orang berdarah Afrika-Amerika pertama yang terpilih jadi presiden Amerika Serikat. Obama berasal dari Illinois mengalahkan Senator John McCain berasal dari Arizona. Dia terpilih jadi presiden ke-44 AS dan jadi orang Afrika-Amerika pertama yang terpilih memimpin Gedung Putih. Dia berasal berasal dari Partai Demokrat.

Obama yang berusia 47 tahun itu berhasil menghimpun 365 suara elektoral dan nyaris 53 persen suara populer. Sementara penantangnya berasal dari Partai Republik yang berusia 72 tahun itu meraih 173 suara elektoral dan lebih berasal dari 45 persen suara populer. Obama berpasangan dengan Joe Biden, waktu itu McCain berpasangan dengan Sarah Palin. Pada Maret 2004, dia jadi kondang secara nasional dengan memenangkan the U.S. Senate Democratic primary di Illinois.

Biografi Barack Obama Yang Mencatat Sejarah Sebagai Orang Afrika-Amerika Pertama Sebagai Presiden

Pada bulan Juli di tahun yang sama, dia beroleh eksposur lebih lanjut disaat menyampaikan pidato utama di Konvensi Nasional Demokrat di Boston. Pidatonya termasuk seruan untuk persatuan di pada negara-negara bagian “merah” (Republik) dan “biru” (Demokrat). November itu, Obama terpilih jadi Senat AS dengan telak. Maret 2004, dia jadi kondang secara nasional dengan memenangkan the U.S. Senate Democratic primary di Illinois. Pada bulan Juli di tahun yang sama, dia beroleh eksposur lebih lanjut disaat menyampaikan pidato utama di Konvensi Nasional Demokrat di Boston.

Barack Obama, Presiden Berdarah Afrika-Amerika PertamaPidatonya termasuk seruan untuk persatuan di pada negara-negara bagian “merah” (Republik) dan “biru” (Demokrat). November itu, Obama terpilih jadi Senat AS dengan telak. Kemudian terhadap 10 Februari 2007, di Springfield, Illinois, Obama secara resmi memberitakan pencalonannya sebagai presiden. Kemenangannya di Kaukus Iowa terhadap Januari 2008 membuatnya jadi penantang yang layak untuk kandidat presiden terkuat. Selama kampanye penentuan umum, seperti terhadap penentuan pendahuluan, tim Obama bekerja untuk membangun pengikut di tingkat akar rumput.

Saat itu juga ia menyatakan bahwa tidak boleh ada lagi peperangan saudara di Amerika Serikat karena beliau bukanlah salah satu warga rasis. Obama sebagai kandidat presiden berdarah Afrika-Amerika pertama ini memanfaatkan apa yang oleh para pendukungnya. Dipandang sebagai kharisma alami kandidat, kisah hidup yang unik, dan pesan harapan dan juga perubahan yang menginspirasi untuk menarik banyak suara. Timnya termasuk mengupayakan menarik lebih banyak pemilih baru. Banyak berasal dari mereka adalah anak muda atau orang berkulit hitam. Keduanya secara demografis dipercayai mendukung Obama.

Selain itu kampanye Obama kondang karena pemanfaatan internetnya yang belum pernah terjadi sebelumnya. Internet digunakan untuk mengorganisir konstituen dan penggalangan dana. Menurut The Washington Post sebanyak 3 juta pendonor mengimbuhkan 6,5 juta donasi secara online, yang mengimbuhkan hingga lebih berasal dari 500 juta dolar. Kemenangan Barack Obama sendiri menyebabkan Indonesia turut berbahagia karena ternyata ia mempunyai bapak tiri berdarah Indonesia. Sang bapak yang mempunyai darah kelahiran bandung ini dilukiskan sebagai bapak yang menyenangkan dan kerap mengajarkan ia bermain kartu seperti permainan terhadap agen sbobet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *