Pengenalan Akan Revolusi Amerika Sebagai Sejarah

Revolusi Amerika adalah upaya perlawanan rakyat koloni Amerika pada pemerintah kolonial Inggris di Amerika. Revolusi Amerika berjalan pada 1765 sampai 1783. Adanya Dampak dari Revolusi Amerika ditandai dengan timbulnya gerakan-gerakan rakyat koloni Inggris di Amerika Utara untuk menentang kerajaan Inggris yang dianggap terlampau ikut campur di dalam urusan negara koloni. Penyebab terjadinya perlawanan pada pemerintah kolonial Inggris dibagi jadi dua, berikut penjelasannya:

Penyebab Terjadinya Sebuah Revolusi Amerika

Pengenalan Akan Relousi Amerika Sebagai Sejarah

Beberapa dikarenakan lazim yang sebabkan terjadinya Revolusi Amerika, yaitu :

  • Sikap tidak bahagia rakyat koloni pada kebijaksanaan Inggris di wilayah koloni Amerika Serikat
  • Sikap represif pemerintah koloni Inggris di Amerika
  • Penerapan pajak yang menyengsarakan rakyat koloni
  • Adanya pengaruh paham liberalisme berasal dari John Locke

Ketegangan meletus jadi pertempuran antara milisi Patriot dan loyalis Britania saat utusan Raja George berupaya memusnahkan pasokan militer kolonial di Lexington dan Concord pada 19 April 1775. Konflik lantas berkembang jadi perang, saat para Patriot ( kemudian dibantu Prancis ) melawan Britania Raya dan Loyalis di dalam Perang Revolusi Amerika (1775-1783). Masing-masing tiga belas koloni membentuk Kongres Provinsi yang mengambil alih alih kekuasaan berasal dari pemerintah kolonial sebelumnya, menekan Loyalisme, dan merekrut Angkatan Darat Kontinental yang dipimpin Jenderal George Washington selaku pemilik perusahaan judi terbesar seperti https://clickbet88new.asia/link-alternatif-sbobet/ terpercaya.

Kongres Kontinental memperlihatkan Raja George adalah tiran yang menginjak-injak hak kolonis sebagai warga Inggris, dan mendeklarasikan koloni Amerika sebagai negara bebas dan merdeka pada 2 Juli 1776. Kepemimpinan Patriot mengadopsi filosofi politik liberalisme dan republikanisme untuk menampik monarki dan aristokrasi, dan memastikan bahwa seluruh manusia punya hak yang sama.

Angkatan Darat Kontinental mengusir tentara kerajaan berasal dari Boston pada bulan Maret 1776, tetapi pada musim panas, Britania merebut New York City dan pelabuhan strategisnya, yang dikuasai sepanjang berlangsungnya perang. Angkatan Laut Kerajaan memblokade pelabuhan dan merebut kota-kota lain sepanjang dari sebagian saat, tetapi gagal melumpuhkan pasukan Washington. Para Patriot berupaya menyerang Kanada pada musim dingin 1775-1776, yang mengalami kegagalan, tetapi sukses melumpuhkan tentara Britania di dalam Pertempuran Saratoga pada Oktober 1777. Prancis memasuki kancah peperangan sebagai sekutu Amerika dengan sejumlah besar angkatan darat dan laut.

Perang lantas pindah ke negara bagian Selatan, saat Charles Cornwallis sukses menyingkirkan pasukan Britania di Charleston, South Carolina pada awal 1780, tetapi gagal berharap sukarelawan berasal dari warga sipil Loyalis untuk mengambil alih kendali atas wilayah tersebut. Pada akhirnya, pasukan gabungan Amerika dan Prancis mengalahkan tentara Britania untuk ke dua kalinya di Yorktown pada musim gugur 1781, yang secara efektif mengakhiri perang.

Perjanjian Paris ditandatangani pada 3 September 1783, secara resmi mengakhiri konflik dan melegalkan pemisahan keseluruhan Amerika Serikat berasal dari Imperium Britania. Amerika Serikat menguasai nyaris seluruh wilayah di sebelah timur Sungai Mississippi dan selatan Danau-Danau Besar, waktu Britania selamanya memegang kendali atas Kanada, dan Spanyol menguasai Florida.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *