Kisah Nyata Dibalik “American Sniper”

Tidak mirip orang Amerika sebelumnya, Chris Kyle melakukan pekerjaannya menggunakan akurasi yang sempurna. Sebagai penembak jitu pasukan militer Amerika Serikat yang bertugas di Irak, pekerjaan itu memiliki hasil yang mematikan. Pentagon telah memuji Kyle dengan lebih asal 160 penghilangan nyawa. Jumlah sebenarnya bisa hampir dua kali lipat.

Penembak jitu paling mematikan dalam sejarah Amerika artinya putra seseorang diaken gereja dan guru sekolah Minggu. Tumbuh pada Texas, Kyle berburu bersama ayah dan saudara laki-lakinya. selesainya dua tahun kuliah dan bekerja menjadi buruh peternakan, Kyle yang berusia 24 tahun berhenti sekolah serta bergabung dengan Navy SEAL elit meskipun dia membenci air. “Bila aku melihat genangan air,” katanya kepada majalah Time, “aku akan berjalan di sekitarnya.”

Setelah bertugas pada sejumlah misi misteri, Kyle dikerahkan bersama anggota peleton “Charlie” berasal SEAL Team 3 buat berperang pada Perang Irak. selesainya mendarat di Semenanjung al-Faw di awal perang pada Maret 2003, SEAL bergabung dengan Marinir dalam bepergian mereka ke utara menuju mak kota Baghdad. Ditempatkan di atap, Kyle dan rekan-rekan SEAL-nya melindungi pasukan Marinir dari pintu ke pintu dari penyergapan pemberontak yang sedang bermain judi di situs slot online terpercaya.

Kisah Nyata Dibalik “American Sniper”

Setelah memasuki kota Nasiriya di hari-hari awal perang, Kyle menempatkan dirinya di atas sebuah bangunan yang direbut sang SEAL. Melalui lingkup Winchester Magnum .300 bolt-action, Kyle menyaksikan pergerakan Marinir mendekat. lima puluh meter jauhnya, beliau tiba-tiba melihat pintu sebuah tempat tinggal mungil terbuka serta seorang wanita melangkah keluar bersama anaknya. waktu beliau mendekati Marinir, Kyle melihat melalui garis bidik saat wanita itu meraih pada bawah jubahnya dan mengeluarkan granat kuning.

“Tembak wanita itu,” perintah ketua peleton Kyle.

Kyle ragu-ragu ketika para Marinir terus berjalan mendekat.

“Tembak!” seru kepala pleton.

Kyle menarik pelatuknya 2 kali. Wanita itu jatuh tewas ke tanah beserta dengan granat yg meledak, yg tidak membahayakan Marinir. Itu adalah pembunuhan pertama Kyle dengan senapan sniper. Lebih poly tembakan mematikan akan ditembakkan, namun keraguan itu tak akan pernah pulang.

Satu-satunya misi Kyle di Irak merupakan buat menyelamatkan rekan-rekan prajuritnya, serta dia terbukti sebagai penembak jitu yg mematikan sebagai akibatnya pemberontak Irak memberikan hadiah $ 20.000 di kepala pria yg mereka sebut “Al-Shaitan Ramad,” atau “Iblis Ramadi. ” namun, bagi rekan-rekan prajurit Kyle, beliau dikenal menjadi “Legenda.”

Total sebanyak 160 nyawa yang dikreditkan ke Kyle lebih dari penembak jitu mana pun dalam sejarah Amerika, namun Navy SEAL berkata kepada media berasal Alaihi Salam bahwa dia berharap dia mampu menghitung jumlah orang yang dia selamatkan. “Itu nomor yang saya pedulikan,” ucapnya. “saya akan meletakkannya di mana-mana.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.