Kisah George Soros, dari Porter Kereta Jadi Modal Sukses dalam Sejarah Amerika Serikat

Kisah George Soros, dari Porter Kereta Jadi Modal Sukses dalam Sejarah Amerika Serikat – George Soros adalah tokoh ternama di bidang keuangan, pasar modal, hingga pegiat di bidang politik. Ia juga dikenal sebagai pemberi modal paling berhasil dalam sejarah Amerika Serikat (AS).

Menurut data Forbes, Soros berada di peringka 246 orang terkaya dunia tahun ini dengan kekayaan sebesar 8,6 miliar dolar AS Situs Slot Gacor atau sepadan Rp129 triliun. Tetapi kekayaannya hal yang demikian tidak diperoleh dengan instan. Ia berprofesi keras untuk menempuh kesuksesan.

Lahir di Hongaria pada 1930, ia hidup di masa pendudukan nazi yang mengakibatkan 500.000 masyarakat Yahudi Hongaria tewas. George Soros beserta keluarga selamat sebab menyembunyikan identitas absah mereka. Ia dan keluarganya berpura-pura menjadi buah hati baptis seorang pegawai Kementerian Pertanian Hongaria.

“Alih-alih patuh pada nasib kami, kami melawan daya jahat yang jauh lebih kuat dari kami, dan kami menang. Kami tidak cuma selamat, namun kami berhasil membantu orang lain,” kata ia, dikutip dari situs George Soros, Senin (4/7/2022).

Kemudian demi menyambung hidup, pada tahun 1974 George Soros meninggalkan Budapest ke London. Ia kemudian mendaftar di London School of Economics (LSE).

Soros juga berprofesi paruh waktu sebagai porter kereta api dan pelayan klub malam untuk membiayai kuliah judi slot terbaru dan hidupnya. George Soros lulus dari LSE dengan gelar sarjana sains di bidang filsafat pada 1951. Kemudian ia melanjutkan pengajaran selama tiga tahun demi menerima gelar doktor.

Sesudah itu, Soros berprofesi sebagai penjual keliling di sepanjang pantai Welsh sebab sulitnya menerima pekerjaan. Ia kemudian mulai menulis surat untuk melamar pekerjaan di bank di London. Sebagian besar tidak merespon lamaran hal yang demikian, namun ia menerima balasan dari seorang Direktur Pelaksana di Singer & Friedlander yang menawarkannya posisi entry-jenjang.

Sejak 1954, George Soros mulai berprofesi sebagai pegawai di Singer & Friedlander. Kemudian ia dipromosikan ke departemen arbitrase. Dikala berprofesi di bank hal yang demikian, salah satu rekan kerjanya memberi rekomendasi Soros untuk berprofesi di bisnis orang tuanya, F.M. Mayer.

Sepakat dengan penawaran hal yang demikian, dan bersedia menerima posisi di departemen arbitrase di F.M. Mayer, Soros pindah dari London ke New York pada 1956. Ia berhasil membangun reputasi yang bagus di sana hingga ia ke Wertheim & Co pada 1959 sebagai analis sekuritas Eropa.

Berbagai pekerjaan terus dilakoninya hingga pada 1963 ia pindah ke bank investasi yang bermarkas di New York, Arnhold dan S. Bleichroeder. Pada 1969, Soros diandalkan mengelola pendanaan bernilai 4 juta dolar AS Slot88 dan 250.000 dolar AS yang adalah uangnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, dana hal yang demikian tumbuh menjadi Quantum Fund.

Kemudian nama Soros mengganti Quantum Fund menjadi Soros Fund Management pada 1973, dengan aset 12 juta dolar AS. Ia turut mengelola Quantum Fund bersama dengan Jim Rogers.

Dengan kekayaannya, ia mendirikan Open Society Foundation yang adalah jaringan yayasan, mitra, dan proyek di lebih dari 100 negara. Pada permulaan masa kejayaannya pada 1979, Soros memberikan beasiswa pengajaran kepada orang kulit hitam Afrika Selatan.

Sesudah Tembok Berlin runtuh, ia baru mendirikan Universitas Eropa Tengah di Budapest sebagai ruang pengembangan pemikiran kritis para kelompok kebiasaan muda dan pemikiran inisiatif lainnya.

Dikala ini di usianya yang ke 91 tahun, Soros terus mengambil langkah aktif dalam pekerjaannya di Open Society Foundations. Ia juga mengerjakan traveling secara luas untuk mengadvokasi perubahan kebijakan positif para petinggi dunia bagus secara publik maupun pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.